Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Remaja

NILAI DAN ETIKA DALAM KEPEMIMPINAN

Nilai-nilai kepemimpinan adalah sejumlah sifat-sifat utama yang harus dimiliki seorang pemimpin agar kepemimpinannya dapat efektif dan efisien untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Beberapa nilai kepemimpinan yang perlu dimiliki seorang pemimpin antara lain adalah sebagai berikut: (a)       integritas dan moralitas.             Integritas menyangkut mutu, sifat dan keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan dan kejujuran. Moralitas menyangkut ahlak, budi pekerti, susila dan ajaran tentang baik dan buruk;

ETIKA KEPEMIMPINAN DALAM ORGANISASI SEKOLAH

               Pada dasarnya jiwa kepemimpinan dimiliki oleh setiap diri manusia (self leadership), setidaknya dirasakan manakala seseorang melewati suatu proses merencanakan dan menetapkan suatu keputusan guna merealisasikan tujuan hidupnya, namun dalam mengaktualisasikan kepemimpinan itu sendiri sering sekali manusia dihadapkan pada berbagai problematika hidup silih berganti, tidak sedikit persoalan muncul hanya disebabkan kesalahan dalam bertindak dan keliru mempersepsikan sesuatu, untuk menghindarinya menjadi penting faktor pengendali diri, salah satunya adalah dengan mempedomani nilai-nilai etika dan moralitas dalam kehidupan, jadi kepemimpinan dengan etika dan moralitas merupakan satu kesatuan yang sangat erat.

MEMILIH DAN MEMILAH CALON PEMIMPIN YANG BERETIKA

Ilustrasi Re-post. Tahun ini merupakan tahun dengan suhu politik yang sangat tinggi. Diawali hajatan pesta legislatif yang dihiasai sebuah fenomena yang menurut hemat saya cukup memalukan yang terjadi di negara yang (katanya) demokrasi ini. Sebuah pendidikan politik yang buruk tatkala gembar-gembor mengatasnamakan rakyat, namun ketika hasil berbicara lain, rame-rame “menarik” kembali apa yang pernah diberikan ketika masa kampanye sampai tersedianya fasilitas untuk Caleg yang setres dikarenakan gagal menuju gedung parlemen.

Antara Di CINTA-i dan Men-CINTA-i

BUKANlah bagaimana kamu melupakan..melainkan bagaimana kamu MEMAAFKAN.. BUKANlah bagaimana kamu mendengarkan.. melainkan bagaimana kamu MENGERTI.. BUKANlah apa yang kamu lihat..melainkan apa yang kamu RASAKAN.. BUKANlah bagaimana kamu melepaskan..melainkan bagaimana kamu BERTAHAN.. Lebih berbahaya mencucurkan air mata dalam hati...dibandingkan menangis tersedu2..

MEMBANGKITKAN KETERGANTUNGAN EMOSIONAL

Ada perbedaan besar antara mencintai dan mabuk cinta. Bila Anda mencintai seseorang, Anda menguasai perasaan Anda- Anda dapat menunjukkan perasaan dan sikap Anda kepada orang tersebut. Tetapi bila mabuk cinta, Anda tidak menguasai diri lagi. Tanpa daya Anda bergantung pada siapa saja yang Anda puja. Kunci utama untuk mendapatkan seseorang itu pertama-tama membuat orang tersebut bergantung secara emosioanl kepada Anda- bukan sebaliknya! Mengapa pasien seringkali jatuh cinta kepada ahli jiwa mereka? Ini menunjukkan bahwa ada kecenderungan orang jatuh cinta kepada orang lain yang memenuhi kebutuhan emosional mereka. Di dalam konsultasi yang efektif, pasien menyadari bahwa terpenuhi kebutuhan emosional untuk dimengerti dan dikasihi. Mereka menyadari bergantung kepada konselor mereka demi terpenuhinya kebutuhan mereka. Mereka tidak dapat lepas dari ahli jiwa mereka.

Pembentukan Diri Remaja

Bagaimana menjaga hubungan yang harmonis antara orangtua dengan anak-anaknya yang menginjak usia remaja? Bagaimana orangtua dapat  menolong anak-anak remajanya untuk mengenal diri lebih baik?  Tentunya kita perlu mengetahui tentang keunikan usia remaja ini. -*- PEMBENTUKAN DIRI REMAJA: MANGGA DAN JERUK -*-   "Kalau menanam pohon jeruk, pastilah buahnya jeruk; kalau menanam  pohon mangga, pastilah buahnya mangga." Setiap orangtua yang telah  melakukan pekerjaan rumahnya dengan sebaik-baiknya, pastilah  memiliki harapan bahwa si anak yang telah "ditanam" itu akan  bertumbuh sesuai dengan didikan yang telah diberikan. Biasanya si  anak akan bertumbuh sesuai dengan target orangtua ... sampai ia  menginjak usia remaja. Tapi... si anak yang penurut, suka membantu,  tidak melawan, periang, dan sebagainya, tiba-tiba berubah menjadi  seorang yang pemurung, cepat tersinggung, masa bodoh, dan suka  melawan. Dalam keadaan terke...